Tingkatkan Budaya Keselamatan, RSI Siti Aisyah Mad...
- 28 April 2026
- Kesehatan
Madiun 27 April 2026 – Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun terus berkomitmen meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan melalui pengembangan kompetensi staf. Hari ini, Selasa (28/4/2026), rumah sakit menyelenggarakan pelatihan In-House Training (IHT) mengenai Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang bertempat di Gedung Ahmad Dahlan Lantai 4.
Pelatihan ini menghadirkan dua Tim IPCN internal sebagai nara sumber guna menyegarkan kembali pemahaman seluruh staf rumah sakit mengenai protokol kesehatan di lingkungan kerja.
Sesi I Konsep Kewaspadaan Isolasi Pemateri pertama, Auliya Arifuddin Sholeh, S.Kep. Ns ,memaparkan materi mendalam mengenai Konsep Kewaspadaan Isolasi. Beliau menekankan pentingnya 11 pilar Kewaspadaan Standar sebagai benteng utama dalam pelayanan kesehatan, mulai dari kebersihan tangan, penggunaan APD, hingga praktik medis yang spesifik. “Kewaspadaan ini mencakup segala aspek, mulai dari penatalaksanaan linen, limbah, hingga prosedur khusus seperti pencegahan infeksi pada lumbal pungsi,” jelas Auliya. Beliau juga menyampaikan jenis-jenis kewaspadaan transmisi yang harus diantisipasi oleh petugas, baik melalui kontak, droplet , airborne , maupun melalui perantara eksternal seperti makanan (common vehicle) dan vektor.
Sesi II: Budaya HandHygiene dan Penggunaan APD Materi dilanjutkan oleh Umu Fadlila, S.Kep.Ns yang fokus pada teknik Hand Hygiene (Kebersihan Tangan) dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Dalam paparannya, Umu mengingatkan kembali standar WHO mengenai “5 Moment kebersihan tangan" yang wajib ditaati oleh seluruh personel yang bersentuhan dengan lingkungan pasien.
“Kebersihan tangan adalah prosedur paling dasar namun paling vital. Gunakan sabun dan air jika tangan tampak kotor (40-60 detik), atau cairan berbasis alkohol jika tangan tidak tampak kotor secara fisik (20-30 detik),” tuturnya.
Beliau juga menekankan bahwa kewajiban ini tidak hanya berlaku bagi dokter dan perawat, tetapi seluruh elemen di rumah sakit, termasuk ahli gizi, petugas laboratorium, hingga staf administrasi yang berkontribusi dalam prosedur pasien. Sesi ditutup dengan panduan penggunaan APD yang benar sebagai alat proteksi diri dari bahaya biologi maupun bahan infeksius di area rumah sakit.
Dengan adanya pelatihan ini, RSI Siti Aisyah Madiun berharap seluruh staf memiliki kesadaran yang tinggi dalam memutus rantai infeksi demi menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman dan nyaman bagi pasien maupun petugas.(MJK)