#

RSI Siti Aisyah Madiun Berangkatkan Tim Medis Bencana Banjir di Aceh Tamiang

Marjoko   28 Januari 2026

Madiun, 22 Januari 2026 – Merespons bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun resmi memberangkatkan tim medis darurat untuk membantu para Korban Bencana Banjir di Aceh Tamiang. Pemberangkatan ini dilakukan berdasarkan instruksi dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau MDMC PP Muhammadiyah.

Pelepasan tim dilakukan secara khidmat oleh jajaran Direksi RSI Siti Aisyah bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun di halaman RSI Siti Aisyah pada Kamis, 22 Januari 2026. Tim dijadwalkan bertugas di lokasi bencana selama kurang lebih 11 hari, terhitung sejak 24 Januari hingga 3 Februari 2026.

Direktur RSI Siti Aisyah Madiun dr.Donna Dwi Yudhawati, MMR, FISQua. menyampaikan bahwa pengiriman tenaga medis ini merupakan bentuk komitmen RSI dalam Peduli Bencana kemanusiaan yang menjadi dasar gerakan Muhammadiyah.


Adapun 5 personel tim medis yang diberangkatkan adalah:

1.   dr. Muhammad Dicky Hafisalevi (Dokter) dan Ketua TIM Medis

2.   Ristiono Wahyuntoro, S.Kep. Ns (Perawat)

3.   Auliya Arifuddin Sholeh, S.Kep. Ns (Perawat)

4.   Satriyo Agung, S.Kep.Ns (Perawat)

5.   Usman Thomas (Logistik Farmasi)

Selama bertugas di Aceh Tamiang, tim akan fokus pada pelayanan kesehatan dasar bagi warga yang terdampak banjir, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum hingga pengelolaan logistik farmasi guna memastikan ketersediaan obat-obatan di posko kesehatan Muhammadiyah Serta Sunatan Massal.

"Keberangkatan tim ini adalah panggilan kemanusiaan. Kami berharap tim dapat memberikan pelayanan terbaik dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang," ujar Sutomo, ST Ketua PDM Kota Madiun dalam sambutannya.

Kehadiran relawan medis dari Jawa Timur ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di lokasi bencana mengingat tingginya potensi penyakit pascabanjir. Tim dibekali dengan peralatan medis standar dan logistik yang memadai untuk menunjang operasional selama masa tugas.(MJK)