#

Peringati Hari TBC Sedunia 2026, PKRS RSI Siti Aisyah Madiun Gelar Podcast Edukasi “Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Seputar TBC” Bersama dr. Yuyus Dwi Prasetyo, Sp.P

Marjoko   23 April 2026

Peringati Hari TBC Sedunia 2026, PKRS RSI Siti Aisyah Madiun Gelar Podcast Edukasi “Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Seputar TBC” Bersama dr. Yuyus Dwi Prasetyo, Sp.P

Madiun, 22 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSI Siti Aisyah Madiun menyelenggarakan Podcast Edukasi pada hari ini, Rabu 22 April 2026. Mengusung tema “Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Seputar TBC”, podcast ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat tentang penyakit Tuberkulosis yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

Podcast yang digelar di Studio PKRS RSI Siti Aisyah Madiun ini menghadirkan narasumber dr. Yuyus Dwi Prasetyo, Sp.P, dokter spesialis paru, dengan dipandu oleh host Nailin NM, S.Kep, Ners.

Diskusi berlangsung interaktif dan disiarkan secara live melalui kanal YouTube serta Instagram resmi rumah sakit.

Mengawali sesi, Nailin menyampaikan bahwa masih banyak stigma dan informasi keliru yang beredar di masyarakat terkait TBC. Padahal, dengan pengetahuan yang benar, TBC dapat dicegah, dideteksi dini, dan disembuhkan secara tuntas.

Dalam paparannya, dr. Yuyus Dwi Prasetyo, Sp.P meluruskan berbagai mitos yang sering muncul. Mitos pertama, TBC adalah penyakit keturunan. “Faktanya TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menular melalui udara, bukan karena faktor keturunan,” jelas dr. Yuyus.

Mitos kedua, TBC hanya menyerang paru. Padahal TBC juga bisa menyerang organ lain seperti kelenjar, tulang, otak, dan selaput otak.

Mitos ketiga, penderita TBC harus dikucilkan. dr. Yuyus menegaskan, pasien TBC yang sudah menjalani pengobatan rutin selama 2 minggu umumnya sudah tidak menularkan dan dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap menjaga etika batuk.

Selain meluruskan mitos, dr. Yuyus juga memaparkan fakta penting. TBC dapat disembuhkan total dengan pengobatan selama 6 bulan tanpa terputus. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk lebih dari 2 minggu, keringat malam, berat badan turun tanpa sebab jelas, dan demam meriang. Ia juga mengingatkan pentingnya TOSS TBC: Temukan, Obati Sampai Sembuh.

Podcast ini juga membahas pencegahan TBC, mulai dari pemberian vaksin BCG pada bayi, menjaga ventilasi rumah, etika batuk, hingga pentingnya pemeriksaan kontak erat dengan pasien TBC. dr. Yuyus mengajak masyarakat tidak takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. “Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, semakin besar peluang sembuh dan memutus rantai penularan,” ujarnya.

Antusiasme penonton terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk selama sesi live. Mulai dari perbedaan TBC laten dan aktif, efek samping OAT, hingga apakah penderita TBC boleh menyusui. Semua dijawab tuntas oleh dr. Yuyus dengan bahasa yang mudah dipahami.(MJK)

Melalui podcast ini, PKRS RSI Siti Aisyah Madiun berharap dapat berkontribusi dalam eliminasi TBC 2030 sesuai target nasional. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menghilangkan stigma, mendorong deteksi dini, dan meningkatkan kepatuhan berobat pasien TBC.

Podcast “Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Seputar TBC” dapat disaksikan ulang di media sosial resmi RSI Siti Aisyah Madiun. Masyarakat yang memiliki keluhan batuk lama juga diimbau segera memeriksakan diri ke Poli Paru RSI Siti Aisyah Madiun untuk skrining dan penanganan lebih lanjut.(MJK)