#

Kajian Ramadhan dan Buka Bersama Keluarga besar RSI Siti Aisyah Madiun

Marjoko   10 Maret 2026

Madiun 10 Maret 2026 – Keluarga besar Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun menggelar kegiatan Kajian Ramadhan dan Buka Bersama dengan penuh khidmat pada Senin, 9 Maret 2026. Bertempat di Masjid Muchsin Ali, Gedung Mas Mansyur Lantai 2, acara ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr. Suwardi Rosyid, M.Pd.I, yang mengupas tuntas tema mendalam: "Dimensi Waktu Akhirat dalam Al-Qur'an".

Dalam paparannya, Ustadz Suwardi menjelaskan bahwa :

Waktu di akhirat bersifat metafisik dan jauh melampaui persepsi manusia di dunia.

​1. Perbandingan 1 banding 1.000 Tahun

​وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

Terjemahan: "Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu." (QS. Al-Hajj: 47)

​Tafsir Ibnu Katsir: Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT tidak terburu-buru memberikan azab karena satu hari bagi-Nya setara dengan seribu tahun bagi manusia. Waktu yang terasa lama bagi kita, sangatlah singkat bagi Allah.

​2. Perbandingan 1 banding 50.000 Tahun

​تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

 "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun." (QS. Al-Ma'arij: 4)

​Tafsir Al-Qurthubi: Para ulama berbeda pendapat, namun mayoritas menyebutkan ini adalah durasi Hari Kiamat (Padang Mahsyar) bagi orang kafir. Bagi orang mukmin, waktu yang sangat lama ini akan terasa sangat singkat (seperti waktu antara Dhuhur dan Ashar) karena rahmat Allah.

Fenomena Jahannamiyyun

​Jahannamiyyun adalah istilah bagi orang-orang yang "mampir" di neraka namun akhirnya masuk surga.

​1. Siapa Mereka?

​Mereka adalah kaum Muwahhidun (penauhid) yang memiliki dosa besar yang belum sempat ditaubati hingga ajal menjemput. Timbangan keburukan mereka lebih berat, sehingga mereka harus "dibersihkan" di neraka.

​2. Keadaan Mereka dalam Hadis

​    (Potongan Hadis Bukhari):

​يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ قَوْمٌ بَعْدَمَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ: الْجَهَنَّمِيُّونَ

"Akan keluar dari neraka suatu kaum setelah mereka terkena jilatan api (hangus), lalu mereka masuk surga. Penduduk surga menjuluki mereka: Al-Jahannamiyyun." (HR. Bukhari No. 6559)

​Kondisi Fisik: Mereka keluar dalam keadaan hitam legam seperti arang.

​Proses Pemulihan: Allah memerintahkan agar mereka dicelupkan ke dalam Nahrul Hayah (Sungai Kehidupan). Tubuh mereka akan tumbuh kembali seperti tumbuhnya benih di pinggir aliran sungai.

Cara Menghindari atau Mempersingkat Masa di Neraka

​Tidak ada istilah "ringan" di neraka, namun ada amalan yang dijanjikan sebagai pelindung:

​1. Perlindungan dari Api Neraka (Al-Wiqayah)

​Sedekah: Walaupun sedikit.

​"Jagalah diri kalian dari api neraka, walaupun hanya dengan sebutir kurma." (HR. Bukhari & Muslim)

​Puasa: "Puasa adalah perisai yang melindungi seorang hamba dari api neraka." (HR. Ahmad)

​Akhlak Mulia: Rasulullah bersabda bahwa api neraka diharamkan menyentuh orang yang Hayyin (tenang), Layyin (lembut), Qarib (dekat/akrab), dan Sahl (mudah membantu).

​2. Memperoleh Syafaat (Jalur Cepat Keluar)

​Jika seseorang harus singgah di neraka, hal-hal ini mempercepat keluarnya:

​Syafaat Al-Qur'an: Khususnya Surah Al-Mulk sebagai pembela di alam kubur.

​Syafaat Teman Sholeh: Di akhirat, orang mukmin akan mencari teman-teman mereka yang masih di neraka dan memohon kepada Allah untuk mengeluarkan mereka. (Tafsir QS. Maryam: 72)

​Syafaat Nabi: Melalui perbanyak sholawat dan mengikuti sunnah secara istiqamah.

​Kesimpulan untuk Kajian

1. ​Waktu di akhirat sangatlah relatif; ia bisa terasa sangat lama bagi pendosa dan sangat singkat bagi orang bertaqwa.

2. Jahannamiyyun adalah bukti keadilan sekaligus kasih sayang Allah bahwa iman tidak akan disia-siakan, namun proses "pembersihan" di neraka adalah penderitaan yang harus dihindari sebisa mungkin.

Pengajian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran spiritual keluarga besar RSI Siti Aisyah Madiun bahwa meski iman menjamin surga, proses pembersihan di neraka adalah penderitaan nyata yang harus dihindari dengan kesungguhan amal di dunia. (MJK)